skip to Main Content
admin@sirohnabawiyah.com

Ba’iat Aqobah Pertama

Musim haji tahun ke-11 kenabian, enam pemuda Madinah masuk Islam dan mereka berjanji untuk menyampaikan misi yang dibawa Rasulullah kepada kaumnya. Maka, musim haji tahun berikutnya (tahun ke-12 kenabian), datanglah 12 orang, di antara mereka adalah 5 orang yang sebelumnya telah masuk Islam, ditambah 7 orang lagi selain mereka. Mereka segera menghubungi Rasulullah untuk bertemu di Aqabah Mina, lalu mereka berbai’at (sumpah setia) kepada Rasulullah untuk berjanji tidak akan menyekutukan Allah sedikitpun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, tidak melakukan dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, dan tidak bermaksiat kepada Rasulullah.

Setelah bai’at dan seusai musim haji, Rasulullah mengutus bersama orang-orang yang berbai’at tersebut duta pertama ke Yatsrib (Madinah), untuk mengajarkan ajaran-ajaran Islam kepada kaum muslimin di sana, Rasulullah memilih salah seorang pemuda Islam generasi pertama, yaitu Mush’ab bin ‘Umair al-Abdary. Demikianlah seterusnya Mush’ab berda’wah di Madinah sehingga tidak ada lagi rumah di kalangan Anshor, kecuali di dalamnya terdapat pria atau wanita muslim.

Back To Top